Sopyan Kartomi

Sopyan, Merasa tidak punya kesibukan lain selain mengajar, kini mulai belajar menulis dan berharap menjadi penulis sungguhan....

Selengkapnya
Navigasi Web
Siti Ropiah Pendukung Berat Poligami

Siti Ropiah Pendukung Berat Poligami

Dr. Siti Ropiah, S.H., M.Hum., demikian nama lengkapnya. Pertama saya mengenalnya dari Blog Gurusiana. Dia adalah penulis aktif di blog tersebut. Tidak hanya aktif, ternyata tulisan-tulisan yang dihasilkannya berhasil menarik perhatian pembaca. Berulangkali dia menjadi penulis populer. Menyenangkan sekali bisa bertemu langsung dengannya, saat pelatihan Kelas Editor Buku MediaGuru Jabar II, di Bandung Minggu ini.

Saat ini, Siti Ropiah berprofesi sebagai guru madrasah aliyah swasta di Bekasi. Ketika ditanya tentang kiat-kiatnya dalam menulis. “Tidak tahu apa yang menyebabkan tulisan saya banyak peminat. Mungkin karena ringan dibaca, dan mengena di hati pembaca!” demikian ungkapan wanita berkacamata ini saat diwawancara moderator pada acara talkshow.

Berbicara tentang kiprahnya di kegiatan tulis menulis, perempuan 51 tahun ini memberikan penjelasan. Sejak 2018 mulai rajin mengirimkan tulisannya di blog gurusiana. Dia menuliskan tentang apa saja yang dilihat, dan dirasakan. Sering pula berisi pemikiran dan kegundahannya dalam menjalani tugasnya sebagai guru. Kunci produktifnya yaitu tidak memikirkan komentar yang mungkin orang lain berikan. “Pokoknya tulis ajah! Bebas. Kelak tulisan itu akan menemui pembaca yang tepat”, demikian tegasnya.

Ada dua buku yang telah disusunnya. Seperti tulisan artikelnya, ternyata salah satu bukunya pun menjadi best seller. Mau tahu judulnya? “Indahnya Poligami”. Sangat menggoda untuk dibaca, lho!

Ketika ditanya isi bukunya, beliau mendorong untuk membelinya. “Coba beli dulu dong bukunya!” katanya sambil mengeluarkan 4 buah buku fenomenal tersebut. Wah, sales woman juga rupanya guru yang masih honorer ini . Kemudian, beberapa orang merogoh kantungnya dan membayar seharga Rp50.000,-

“Buku ini bercerita tentang kegundahan seorang wanita. Dikisahkan dengan apik, di usianya yang memasuki kepala 5, belum mendapatkan pendamping tempat mencurahkan kasih dan sayangnya. Seandanya poligami dianggap solusi, tentu nasib tokoh perempuan dalam buku itu tidak merana” katanya sambil berlinang air mata. Belakangan diketahui bahwa cerita dalam buku itu tentang nasib penulisnya sendiri.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

search