Sopyan Kartomi

Sopyan, Merasa tidak punya kesibukan lain selain mengajar, kini mulai belajar menulis dan berharap menjadi penulis sungguhan....

Selengkapnya
Navigasi Web
Penjara Anak Nakal di dalam Kelas

Penjara Anak Nakal di dalam Kelas

Penjara Anak Nakal di dalam Kelas

Apakah ada anak “nakal” di kelas yang Anda ajar? Wah, banyak sekali yang menjawab “Ya, ada”.

Anak nakal, memperlihatkan perilaku yang aktif, sering mengganggu teman, bahkan mengganggu guru saat mengajar. Biasanya mereka membuat keributan, mencelakai teman sampai menunjukkan perilaku menentang terhadap guru.

Ada banyak penyebab anak menjadi nakal. Bisa berasal dari latar belakang keluarga, atau salah pergaulan dengan lingkungannya. Tetapi yang paling banyak adalah kesalahan perlakuan orang dewasa terhadap mereka. Bisa orang tua atau gurunya.

Tulisan ini tidak akan membahas semuanya, tetapi fokus menangani anak nakal di dalam kelas.

Dalam sebuah tayangan TV, tepatnya Metro TV, pernah ada acara “The Nanny!”. Ditayangkan, bahwa di Amerika ada komunitas yang mereka sebut sebagai Nanny yang pekerjaannya adalah mengasuh anak-anak. Mereka sering dipanggil untuk menangani anak-anak termasuk anak yang nakal. Dalam hal ini orang tua mereka sudah menyerah, tentunya.

Salah satu terapi yang mereka lakukan adalah membuat penjara di dalam rumah. Wah, serem ya?

Saat mereka dipanggil dan pertama datang, wajah yang diperlihatkan seorang nanny datar, tidak tersenyum, tetapi tidak tegang dan menunjukkan kematangan sebagai orang dewasa.

Tindakan pertama yang dilakukan sang nanny adalah membuat peraturan di dalam rumah. Peraturan itu misalnya tidak boleh jahil, jahat kepada adik, atau kakak. Bila peraturan ini dilanggar, maka sangsinya anak akan “dipenjara”. Pastinya bukan penjara sungguhan. Tapi, berupa lingkaran yang digambar di sudut ruangan. Lingkaran itu bisa memuat si pelanggar sebagai tempat hukuman.

“Ingat anak-anak, saat Kamu melanggar peraturan, Nanny akan memasukkan kalian ke dalam lingkaran itu selama. 5 menit. Jika masih melanggar waktunya akan diperpanjang jadi 10 menit” demikian katanya.

Ketika sang nanny melihat peraturan rumah dilanggar, maka dia memasukkan anak itu adalah dengan tanpa bicara. Mulut ditutup, rapat sekali. Anak tersebut tidak diajak bicara. Mata sang nanny tidak melotot, dan tidak menatapnya langsung. Sang nanny pun tidak memukul atau mencubit. Mulutnya benar-benar tertutup.

Bila anak sudah menjalani hukuman, maka dia dilepaskan dan diajak bersama lagi tanpa di.permalukan atau membedakan perlakuan.

Anehnya, cara ini sangat berhasil. Menurut yang disampaikannya cara ini banyak diterapkan pada anak-anak lain yang dia tangani.

Saya yakin cara ini bisa dicoba pula di dalam kelas Anda. Yang penting, Jelaskan peraturan kelas, sediakan “penjaranya”, dan jangan segan memasukkan anak nakal ke dalamnya! Bila sudah menjalani hukuman, lepaskan dia dengan gembira.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

search