Sopyan Kartomi

Sopyan, Merasa tidak punya kesibukan lain selain mengajar, kini mulai belajar menulis dan berharap menjadi penulis sungguhan....

Selengkapnya
Navigasi Web
Negosiasi Besaran Honor dengan Kepala Sekolah

Negosiasi Besaran Honor dengan Kepala Sekolah

Saat ini ada kebijakan baru tentang BOS berkenaan dengan besaran honor untuk guru honorer dan tenaga kependidikan. Jika pada tahun 2019 hanya diperbolehkan 15% dari penerimaan BOS. Tetapi pada tahun ini boleh maksimal 50%. Kepala sekolah sebagai pihak yang diberi kewenangan dalam pengelolaan dan penggunaan dana BOS bisa memberikan pertimbangan tertentu berkaitan dengan ketentuan ini.

Agaknya masalah pelik ada pada penggunaan kata maksimal 50%. Hal ini menjadi tarik ulur antara guru honor dan kepala sekolah. Berapa sebetulnya besaran honor yang bisa diberikan?

Pihak guru honorer seperti menuntut agar kepala sekolah bisa memberikan angka maksimal sampai 50%, sementara kepala sekolah terus mencari cara agar besarnya honor yang dibayarkan itu tidak membebani keuangan sekolah.

Dalam hal ini penting sekali diadakan negosiasi di antara keduanya, sehingga terjadi kesepakatan.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Negosiasi adalah proses tawar menawar dengan cara berunding guna mencapai kesepakatan bersama antara satu pihak (kelompok atau organisasi) dan pihak (kelompok atau organisasi) yang lain.

Perlu dipahami adalah bahwa proses mencapai kesepakatan itu dilalui dalam 4 tahap, yaitu:

  1. Pertama, I am not OK, You are not OK . Pada tahap ini pihak pertama dan kedua memiliki tawaran masing-masing yang berbeda.
  2. Kedua, I am OK, You are not OK. Pada tahap ini tawaran diajukan pihak pertama, tetapi tidak disepakati pihak kedua.
  3. Ketiga, I am not OK, You are OK. Pada tahap ini tawaran pihak pertama direspon oleh pihak kedua dengan mengajukan tawaran lain.
  4. Keempat, I am OK, You are OK. Pada tahap ini berarti kesepakatan telah dicapai, dan masing-masing mendapatkan tawaran yang bisa diterima.

Jadi, dalam negosiasi tidak ada pihak yang kalah. Kedua-duanya merasakan kemenangan dan keuntungan dari kesepakatan yang telah terjadi.

Meskipun demikian, jika kita terlibat dalam negosiasi ada teknik tertentu agar kesepakatan yang dicapai itu lebih berpihak kepada kita. Para negosiator ulung atau para sales handal sangat memahami akan hal ini. Sehingga mereka banyak berhasil dari setiap negosiasi atau transaksi dagang yang dilakukannya.

Teknik yang dipakainya adalah mengarahkan jawaban lawan bicara kepada jawaban yang dikehendaki. Langkah-langkah yang ditempuh adalah sebagai berikut

Pertama, buat diri Anda diterima. Salam, Senyum, Sapa adalah formula ampuh pada tahap ini. Jika menyampaikan pertanyaan, hindari pertanyaan yang seakan menginterogasi atau memvonis lawan bicara.

Kedua, mulai mengarahkan pertanyaan kepada jawaban ya. Contoh kalimat yang bisa disampaikan misalnya:

“Pak, katanya ada kenaikan honor untuk tenaga honorer, ya?”

“Pak, untuk tenaga honor besarannya 50% dari dana BOS, ya?”

Ketiga, bertahan dengan tawaran terbaik.

Ada kalanya tawaran yang disampaikan kurang disetujui. Yang diminta 50%, tetapi yang disetujui 30%. Anda bisa mengajukan tawaran terbaik yang lain.

“Pak, kalau tidak bisa 50%, saya mau melatih eskul. Dapat honor juga, ya?”

Pokoknya akhiri kalimat tanya dengan kata ya! Maka Anda akan mendapat jawaban ya pula.

Akhirnya, kepada Anda yang mau bernegosiasi, saya ucapkan selamat mencoba semoga bisa mendapatkan apa yang diinginkan.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

search