SOPYAN, Guru SDN Jatisari 1, Karawang

Sopyan, lahir dan besar di Karawang, menyelesaikan S1 di IKIP Bandung (1992), S2 di Institut STIAMI Jakarta (2017). Merasa tidak punya kesibukan lain selain me...

Selengkapnya
Obrolan Para Guru Honorer
Penghasilan orang tua berpengaruh terhadap kesejahteraan keluarga

Obrolan Para Guru Honorer

Beberapa orang guru honorer yang menjadi rekan kerja saya berkumpul di ruang guru. Mereka sedang menyelesaikan pencetakan raport kurtilas yang merepotkan itu. Dilihat dari segi usia, sepertinya mereka berbeda. Tina (30 tahun) adalah honorer dengan masa kerja 10 tahun. Yani lebih tua (40 tahun) masa kerja 15 tahun. Sementara Hari satu-satunya guru yang masih lajang (25 tahun) masa kerja kurang dari 5 tahun). Sebagaimana layaknya orang berkumpul, pasti ada obrolan di dalamnya. Begitupun di antara guru honorer tersebut.

"Semalam aku merasa sedih, karena makan sahur hanya dengan sepotong goreng tempe" kata Bu Tina.

Yani kemudian menimpali, "Bukan ikut-ikutan Bu Tina. Kemarin saat berbuka, si cikal hanya ingin minum es buah, tapi aku gak bisa membelikannya".

Yang lebih menyedihkan adalah nasib Hari. Dia sangat mengharapkan untuk segera menikah. Tapi pesimis bisa melaksanannya dalam waktu dekat. "Bagaimana bisa menafkahi keluarga kalau honor bulanan kita hanya Rp 600.000?".

Ya, memang demikianlah keadaan tenaga honorer rekan saya. Mereka masih sangat kekurangan. Sangat ironis keadaannya dengan guru PNS yang bergaji cukup besar. Menjelang hari raya mendapatkan THR (gaji 14), tunjangan sertifikasi, serta honor kegiatan dari BOS yang tidak didapatkan oleh guru honorer.

Diduga keadaan ini dialami pula oleh guru honorer di tempat lain.

Tapi yang membuat salut adalah semangat kerjanya tidak kurang dibandingkan dengan guru PNS. Dengan beban kerja yang relatif sama, mereka terus mengabdi mencerdaskan anak bangsa.

Saat ini yang mereka harapkan adalah perbaikan nasib. Semoga ada keajaiban Ilahi, mereka pun segera diangkat menjadi PNS/ASN agar kehidupannya mengalami perbaikan dan peningkatan.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Salut dengan perjuangan teman-teman honorer, ghirohnya dalam ikut berperan aktif mencerdaskan anak bangsa tak pernah pudar walau disebelah kiri kanan depan belakangnya diruang kerjanya sudahmenyandang ASN. Saya yakin seyakin-yakinnya buah keikhlasan dan kesabaran saatnya akan tiba. Bersabarlah, insyaallah yang maha pengasih mengabulkan doa kita. Saya juga pernah honorer 15 tahun, dengan keikhlasan dan ksabaran bila tiba saatnya rizki akan datang juga. Semangat, ikhlas, sabar dan tawakal insyaallah riski kita selalu berkah

08 Jun
Balas

Amin, terimakasih atas komentarnya yang turut menguatkan hati dan semangat....

08 Jun

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali