SOPYAN, Guru SDN Jatisari 1, Karawang

Sopyan, lahir dan besar di Karawang, menyelesaikan S1 di IKIP Bandung (1992), S2 di Institut STIAMI Jakarta (2017). Merasa tidak punya kesibukan lain selain me...

Selengkapnya
Menghitung Rekan Guru yang Memiliki Bisnis
Karyawan bisa meningkatkan kesejahteraannya dengan memiliki bisnis

Menghitung Rekan Guru yang Memiliki Bisnis

Memiliki bisnis tidak terlepas dari usaha untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga. Seseorang dianggap memiliki bisnis di sini adalah apabila yang bersangkutan memiliki suatu bentuk usaha yang dapat memberikan penghasilan tambahan. Bisa berupa: kios, warung, bengkel, atau jasa tertentu.

Bagaimana kegiatan berbisnis di kalangan guru?

Sebagaimana diketahui, umumnya gaji yang diperoleh guru berada pada kisaran 3-5 juta perbulan. Dengan berbisnis ini setidaknya bisa memberikan tambahan penghasilan, mencapai Rp 0,5 sampai 2 juta dalam sebulan. Lumayan kan buat tambahan penghasilan. Tidak menutup kemungkinan, seiring dengan perkembangan bisnisnya penghasilan yang diperoleh bisa lebih besar.

Berdasarkan pemahaman ini saya mulai mendata (secara kasar) guru dan ptk lainnya,, adakah di antara mereka yang memiliki bisnis tersebut.

1. Pertama, terhadap rekan kerja satu sekolah. Dari 35 orang guru dan karyawan, ternyata tidak ada satupun yang memiliki bisnis atas nama pribadi guru dan dikelola sendiri.

2. Kemudian rekan guru dalam satu gugus kerja. Jumlah mereka tidak kurang dari 150 orang. Lagi-lagi tidak ditemukan guru yang memiliki bisnis.

3. Setelah itu rekan guru satu kecamatan. Jumlah mereka sekitar 400 orang. Sampai di sini baru ditemukan guru yang memiliki bisnis sendiri. Bentuknya berupa bengkel, warung sembako, bahkan usaha pertanian.

Berdasarkan pendataan terhadap rekan guru sekecamatan diperoleh gambaran bahwa sedikit sekali guru yang memiliki bisnis sendiri. Dari kurang lebih 400 orang guru, jumlah mereka yang memiliki bisnis sendiri itu bisa dihitung dengan jari. Diduga, keadaan ini merupakan gambaran umum di lingkungan yang lebih luas tentang kegiatan guru dalam berbisnis.

Terlepas dari profesionalisme sebagai guru, sebetulnya memiliki bisnis itu dapat membantu meningkatkan kesejahteraan guru itu sendiri.

Di sini sebenarnya tidak ada hambatan yang berarti bila guru berbisnis. Karena pada umumnya, guru adalah orang pintar, punya cukup banyak waktu, serta punya akses yang mudah terhadap perbankan.

Hambatan paling utama adalah pada mindset bahwa guru adalah pegawai yang bekerja hanya sebagai pengajar dan penghasilannya mengandalkan gaji bulanan. Bila pemikiran ini tertanam dalam, jangan disalahkan apabila taraf kesejahteraan guru hanya sedikit di atas kelompok miskin.

Apakah guru sebagai pegawai bisa menjadi kaya raya dengan berbisnis? Istijanto dalam buku Karyawan Kaya Raya (2007) memberikan saran-saran sebagai berikut:

1. Pandai-pandailah mengelola aset. Jadikan seluruh aset menjadi produktif (lahan bisnis).

2. Jangan berhutang, kalaupun harus berhutang, gunakan untuk meningkatkan produktivitas aset.

3. Lakukan manajemen modal sendiri.

4. Manajemen pengeluaran, jangan boros.

5. Manajemen pemasukkan dengan membuka keran uang lebih banyak dan lebih besar.

Bila kelima saran itu mampu diterjemahkan ke dalam kegiatan berbisnis, saya yakin guru sebagai karyawan pun bisa memiliki kehidupan yang sejahtera bahkan kaya raya.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Mantap Pa,... Luar Biasa....

05 Jun
Balas

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali