SOPYAN, Guru SDN Jatisari 1, Karawang

Sopyan, lahir dan besar di Karawang, menyelesaikan S1 di IKIP Bandung (1992), S2 di Institut STIAMI Jakarta (2017). Merasa tidak punya kesibukan lain selain me...

Selengkapnya

Kebijakan Kepala Sekolah di Mata Guru

Seringkali kita mendengar kalimat “Lain pimpinan, lain kebijakan”. Hal itulah yang dialami oleh guru saat ada penggantian kepala sekolah di tempat kerjanya. Dirasakan, dibanding-bandingkan, dan dinilai. Ternyata kebijakannya itu, ada yang baik dan menguntungkan. Tetapi ada pula yang buruk dan merugikan. Memang demikianlah adanya sebuah kebijakan, yang merasakan adalah orang yang ada di dalam organisasi tersebut. Dan tidak memuaskan bagi semua pihak.

Agar kebijakan itu dapat diterima dengan baik, perlu ada dasar dalam pembuatan kebijakan. Bagi kepala sekolah, dasarnya adalah RKAS (Rencana Kerja dan Anggaran Sekolah) yang biasanya dibuat setahun sebelumnya. Bagi guru tentunya demikian pula, karena RKAS tersebut dibuat bersama antara kepala sekolah, guru, maupun komite sekolah.

Meskipun RKAS sudah disusun, dalam pelaksanaannya tidak menutup kemungkinan untuk dilakukan penyesuaian. Menurut model Inkremental (Lester & Stewrad, 2000), bahwa saat pembuat kebijakan dihadapkan pada keterbatasan waktu, kekurangan informasi, maupun kesulitan dana maka perlu melakukan perubahan-perubahan “sedikit” agar bisa sesuai dengan kondisi nyata yang ada di lapangan. Para penganut inkremental menganggap bahwa di dunia yang terus mengalami perubahan, pembuatan kebijakan dengan cara ini adalah pilihan tepat. Jadi sekalipun sudah ditetapkan, tidak menutup kemungkinan dilakukan revisi.

Apapun kebijakan kepala sekolah, di mata guru kebijakan yang baik adalah yang bisa memenuhi harapan mereka. Fokusnya adalah menyangkut kesejahteraan hidup, kenyamanan bekerja, serta peningkatan karir. Saat tingkat kesejahteraan guru dirasakan kurang, maka diharapkan kepala sekolah bisa membuat kebijakan yang dapat meningkatkan kesejahteraan mereka. Saat kenyamanan sekolah dirasakan kurang memadai, maka diharapkan kebijakan kepala sekolah dapat meningkatkan kenyamanan mereka dalam bekerja. Begitu pun saat peningkatan karir mereka perlu perlu ditingkatkan, maka kepala sekolah diharapkan berada di depan untuk mendukung karir mereka.

Di sini, kuncinya adalah terciptanya iklim yang kondusif di sekolah. Bila guru merasa kesejahteraan mereka meningkat, lingkungan kerja nyaman, serta peningkatan karir mereka terjamin maka apapun kebijakan kepala sekolah yang ada pasti akan mendapat dukungan. Pada gilirannya produktivitas kerja diharapkan meningkat serta peran guru dalam mensukseskan program sekolah bisa menjadi kesadaran sendiri.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Ok manfaat bgt artikelnya

11 May
Balas

Ok....Pa Sopyan ....belum ngalamin jadi kepsek...ya....Kalau saya sudah pernah...bahkan 5 kali mutasi...jd bisa merasakan bagaimana pahit manis nya jd kepsek....dan bisa membedakan suasana mana yg paling kondusif dan nyaman....makanya kemaren penilaian kepsek PKKS...dilibatkan guru dan komite sekolah....Sekarang Kepsek jika menyalahi aturan dg bukti jelas dan meyakinkan ...akan dipecat langsung tampa menunggu masa jabatan..he he.....Saya sudah nga lagi kepsek saya sekarang ....ke Penilik Paud Dikmas.....mks... .

11 May
Balas

Ok....Pa Sopyan ....belum ngalamin jadi kepsek...ya....Kalau saya sudah pernah...bahkan 5 kali mutasi...jd bisa merasakan bagaimana pahit manis nya jd kepsek....dan bisa membedakan suasana mana yg paling kondusif dan nyaman....makanya kemaren penilaian kepsek PKKS...dilibatkan guru dan komite sekolah....Sekarang Kepsek jika menyalahi aturan dg bukti jelas dan meyakinkan ...akan dipecat langsung tampa menunggu masa jabatan..he he.....Saya sudah nga lagi kepsek saya sekarang ....ke Penilik Paud Dikmas.....mks... .

11 May
Balas

Ok....Pa Sopyan ....belum ngalamin jadi kepsek...ya....Kalau saya sudah pernah...bahkan 5 kali mutasi...jd bisa merasakan bagaimana pahit manis nya jd kepsek....dan bisa membedakan suasana mana yg paling kondusif dan nyaman....makanya kemaren penilaian kepsek PKKS...dilibatkan guru dan komite sekolah....Sekarang Kepsek jika menyalahi aturan dg bukti jelas dan meyakinkan ...akan dipecat langsung tampa menunggu masa jabatan..he he.....Saya sudah nga lagi kepsek saya sekarang ....ke Penilik Paud Dikmas.....mks... .

11 May
Balas

Betul Kang Haji Asep Hidayat. Memang orang sering melihat dari sisi dirinya. Membandingkan kesenangan orang dengan penderitaan dirinya. Jadi benar-benar sengsara deh... Selamat buat Kang Haji semoga sukses dan sehat selalu...

12 May

Iya betul apa yg dikatakan Pak H. Asep. Banyak suka dukanya menerapkan kebijakan di suatu sekolah yg baru kita tempati. Tapi ketika jebijakan kepsek bethadil memmajukan sklh tsb baru deh guru2 mengapresiasi kerja keras kita.

12 May
Balas

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali