SOPYAN, Guru SDN Jatisari 1, Karawang

Sopyan, Merasa tidak punya kesibukan lain selain mengajar, kini mulai belajar menulis dan berharap menjadi penulis sungguhan....

Selengkapnya
Berpikir Alternatif, Solusi Setiap Saat
Jalan buntu, pecahkan dengan berpikir alternatif

Berpikir Alternatif, Solusi Setiap Saat

Anton seorang eksekutif muda potensial. Idenya segar, dan gigih memperjuangkan apa yang dicita-citakannya. Tapi, akhir-akhir ini merasa tidak berharga karena usulannya memperluas pasar tidak disetujui sang bos. Alasannya adalah bahwa perusahaan belum siap. Ini berarti, Anton menemui dinding tebal dan sulit ditembus.

Menghadapi masalah seperti gambaran di atas, berarti diperlukan adanya kemampuan berpikir alternatif. Yaitu kemampuan mencari pilihan-pilihan dan membuat keputusan terbaik dengan resiko yang sekecil-kecilnya. Berarti saat kita ingin menghadapi dinding tebal bukannya membenturkan kepala atau mundur seribu langkah. Tapi mencari alternatif untuk melewatinya. Misalnya menggunakan tangga, mundur untuk meloncat, atau mengambil jalan memutar. Itulah inti dari berpikir alternatif.

Saat ini kemampuan berpikir alternatif sangat diperlukan. Bila kita menghadapi suatu masalah solusinya jelas bukanlah menyalahkan orang lain.

Saat ide tidak diterima, pikirkan kemungkinannya. Apakah ide tersebut kurang matang, penuh resiko, kurang komunikasi atau memang membawa keburukan bagi organisasi. Dengan berpikir alternatif, kita tidak akan ngotot akan hebatnya ide sendiri. Tetapi menyediakan pilihan terbaik. Bisa pula dengan menampung ide orang lain, meramu masukan teman sejawat, bahkan nasehat dari bos itu sendiri.

Saat rencana tidak berjalan lancar, periksa tahap-tahap penting pada setiap kegiatan. Perbaiki prosedur kerja dan pelayanan terhadap klien. Mungkin perlu pendekatan baru agar pelaksanaan ide itu terasa nyaman bagi pihak-pihak yang diajak kerjasama.

Saat hasil kerja tidak sesuai dengan harapan, berarti waktunya untuk menyadari batas kemampuan diri. Dalam hal ini tidak perlu menyalahkan orang lain dan berputus asa karena masih terbuka untuk mencoba alternatif lain untuk mencapai tujuan dan cita-cita. Alternatif, alternatif dan selalu pkirkan alternatifnya.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali