SOPYAN, Guru SDN Jatisari 1, Karawang

Sopyan, Merasa tidak punya kesibukan lain selain mengajar, kini mulai belajar menulis dan berharap menjadi penulis sungguhan....

Selengkapnya
Berlebihan, Guru Kelas 6 Sebagai Penentu Kelulusan Anak SD ke SMP

Berlebihan, Guru Kelas 6 Sebagai Penentu Kelulusan Anak SD ke SMP

Barangkali momen kelulusan anak SD ke SMP lebih mendebarkan dibandingkan kelulusan dari sekolah dasar itu sendiri. Anak-anak, orang tua sangat mengharapkan lulus dan diterima di sekolah tujuan. Bahkan ada anggapan bahwa keberhasilan suatu sekolah sering ditentukan oleh prosentase kelulusan ke SMP/MTs negeri. Bila ada kegagalan, maka guru kelas 6 dianggap harus bertangggnggungjawab atas kegagalan tersebut. Harapan dan anggapan ini sangat menyudutkan guru kelas 6. Dan terlalu berlebihan.

Sejalan dengan harapan tinggi tersebut, maka bukan rahasia lagi terdapat praktek ketidakjujuran dalam usaha mendongkrak nilai USBN. Usaha ini sebetulnya bertentangan dengan usaha pendidikan itu sendiri.

Oleh karena stop menyudutkan guru kelas 6 sebagai penentu kelulusan ke SLTP. Hal ini menimbulkan banyak dampak negatif, yaitu: menurunnya motivasi belajar siswa, berkembangnya praktek curang dalam pelaksanaan ujian, tumbuhnya paradigma negatif di kalangan sekolah tujuan terhadap calon siswanya, dsb.

Untuk mengatasi masalah ini, perlu ada penyempurnaan menyeluruh mengenai mekanisme pelaksanaan ujian.

1. Fakta integritas bagi pelaksana ujian saja tidak cukup bila tidak diikuti oleh pengawasan yang sesungguhnya.

2. Pengawas ujian silang juga tidak ampuh untuk mengurangi kecurangan ujian.

3. Barangkali masih utopia, bila ujian SD juga dilaksanakan dengan berbasis komputer seperti SMP SMA. Tapi untuk mendapatkan gambaran sesungguhnya tentang hasil belajar harus sudah mulai dipikirkan.

4. Di sekolah tertentu (SMP/MTs) bahkan ada tes tambahan selain menggunakan hasil USBN sebagai penentu kelulusan.

Apapun usaha yang dilakukan, akhirnya semua diserahkan kepada pihak yang bertanggungjawab terhadap pendidikan dan pelaksana ujian. Yang jelas kelulusan anak SD ke SMP bukanlah semata-mata tanggung jawab guru kelas 6. Karena banyak pihak yang perlu bertangggnggungjawab terhadap masalah ini.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali